News
JXB Soroti Masa Depan Industri Perhotelan, Kolaborasi Jadi Kunci Pariwisata Jakarta
Corporate   2026-07-06   Download
Di tengah semakin ketatnya persaingan destinasi wisata dan perubahan perilaku wisatawan, industri perhotelan Jakarta dituntut untuk tidak lagi hanya menjadi penyedia akomodasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkualitas. Isu inilah yang menjadi fokus utama dalam talkshow bertajuk "Tantangan Industri Perhotelan dalam Mendukung Pariwisata Jakarta" yang digelar di Anjungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu (1/7).
Diselenggarakan oleh JXB (Jakarta Experience Board), diskusi ini menghadirkan perwakilan pemerintah, pelaku industri hotel, hingga asosiasi perjalanan wisata untuk membahas bagaimana sektor perhotelan dapat terus beradaptasi sekaligus memperkuat daya saing Jakarta sebagai destinasi wisata dan bisnis menuju kota global.
General Manager The Tavia Heritage Hotel, Suhendra, memaparkan bahwa industri hotel saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain harus bersaing dengan berbagai pilihan akomodasi alternatif, hotel juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi digital, menghadirkan pelayanan yang semakin personal, serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya.
"Hotel saat ini tidak hanya menjual kamar, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menjadi bagian dari perjalanan wisatawan," ujar Suhendra, General Manager The Tavia Heritage Hotel.
Transformasi tersebut dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari seiring meningkatnya ekspektasi wisatawan yang kini tidak hanya mencari tempat menginap, tetapi juga pengalaman yang autentik, nyaman, dan terintegrasi dengan destinasi yang dikunjungi.
Dari sisi pemerintah, Ketua Sub Kelompok Usaha Pariwisata, Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa pengembangan sektor perhotelan menjadi bagian penting dalam strategi penguatan ekosistem pariwisata Jakarta. Berbagai program promosi destinasi, penyelenggaraan event, hingga peningkatan kualitas kawasan wisata terus dilakukan agar mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan tingkat hunian hotel.
"Kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pariwisata Jakarta dan mewujudkan Jakarta sebagai kota global," kata Syarif Hidayat.
Menurutnya, keberhasilan membangun pariwisata tidak dapat hanya bergantung pada satu sektor. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, asosiasi, hingga masyarakat menjadi fondasi utama agar Jakarta mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di tingkat regional maupun internasional.
Sementara itu, perwakilan ASTINDO DKI Jakarta, Rina Darmawan, menyoroti pentingnya sinergi antara hotel dan biro perjalanan wisata dalam menciptakan paket wisata yang lebih menarik dan kompetitif. Potensi wisata heritage, wisata kuliner, penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), hingga berbagai event berskala nasional maupun internasional dinilai dapat menjadi daya tarik yang semakin memperpanjang lama tinggal wisatawan di Jakarta.
"Sinergi antara hotel dan travel agent dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap sekaligus mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Jakarta," ungkap Rina Darmawan.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang lahirnya strategi pemasaran digital yang lebih efektif sehingga promosi destinasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang saling mendukung.
Selama berlangsungnya diskusi, para narasumber juga membahas berbagai tantangan lain yang kini dihadapi industri perhotelan, mulai dari kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten, efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi digital, hingga implementasi konsep green hotel sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian wisatawan terhadap isu lingkungan.
Talkshow ini sekaligus menjadi ruang dialog antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk merumuskan berbagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pariwisata Jakarta. Melalui diskusi terbuka tersebut, para peserta diajak memahami bahwa kemajuan industri perhotelan tidak hanya berdampak pada bisnis akomodasi semata, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor ekonomi kreatif, transportasi, kuliner, penyelenggaraan event, hingga penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu agenda penting yang terus didorong JXB dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global. Industri perhotelan diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan pariwisata melalui inovasi layanan, peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, serta kemitraan yang semakin erat dengan seluruh pelaku ekosistem pariwisata.
Melalui forum seperti ini, Anjungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PRJ tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga wadah bertemunya berbagai gagasan yang dapat mendorong lahirnya solusi nyata bagi masa depan pariwisata ibu kota. Di tengah transformasi Jakarta menuju kota global, kolaborasi menjadi kata kunci agar industri perhotelan mampu terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi daya saing pariwisata serta perekonomian Jakarta.
Related News